Kamis, 29 Januari 2009

Darimu

Ranting kecil
satu pemaknaan terindah
terhadap sebuah nama
Ranting kecil
sering dihadirkan dengan sepotong
bulan berbentuk sabit
Ranting kecil
yang menggambarkan sebuah kesendirian,
kerapuhan, atau kesemarakkan...
Ranting kecil
bisa menjadi penghias di sudut rumah
menebar keindahan
Ranting kecil
bisa menjadi duri dalam jalan
yang kelam
Ranting kecil
menyimpan berbagai misteri
Pemaknaan darimu
tetap menjadi satu terindah
darimu.....untukku

A Song For Gaza

A blinding flash of white light Lit up the sky over
Gaza tonight People running for cover Not knowing whether
they’re dead or alive They came with their tanks and their
planes With ravaging fiery flames And nothing remains Just a
voice rising up in the smoky haze We will not go down In the
night, without a fight You can burn up our mosques and our
homes and our schools But our spirit will never die We will
not go down In Gaza tonight Women and children alike
Murdered and massacred night after night While the so-called
leaders of countries afar Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain And the bombs fell
down like acid rain But through the tears and the blood and
the pain You can still hear that voice through the smoky
haze We will not go down In the night, without a fight You
can burn up our mosques and our homes and our schools But
our spirit will never die We will not go down In Gaza
tonight

Terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia :

Kami tak akan menyerah (A Song For Gaza)

Cahaya putih yang membutakan mata Menyala terang di
langit Gaza malam ini Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati Mereka
datang dengan tank dan pesawat Dengan berkobaran api yang
merusak Dan tak ada yang tersisa Hanya suara yang terdengar
di tengah asap tebal Kami tidak akan menyerah Di malam hari,
tanpa perlawanan Kalian bisa membakar masjid kami, rumah
kami dan sekolah kami Tapi semangat kami tidak akan pernah
mati Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini Wanita dan
anak-anak Dibunuh dan dibantai tiap malam Sementara para
pemimpin nun jauh di sana Berdebat tentang siapa yg salah
& benar Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan Dan
bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam Tapi melalui tetes
air mata dan darah serta rasa sakit Anda masih bisa
mendengar suara itu di tengah asap tebal Kami tidak akan
menyerah Di malam hari, tanpa
perlawanan Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami
dan sekolah kami Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini

Note: lagunya dapat di down load di Sini by. Michael heart
www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

2003, Januari 26, sunday...
'Met Ultah'
"moga menjadi 'Ranting kecil'
Menebar keindahan
Menggapai Matahari"


thank you .....

Rabu, 28 Januari 2009

Tahun ini ....

26 Januari tahun 2009, adalah hari perayaan imlek tahun kerbau menurut kepercayaan kaum China.
26 Januari tahun 2009, terjadi gerhana matahari cincin di Indonesia, di beberapa kota hanya bisa melihat dalam bentuk sabit. that's wonderfull !!... dan hanya akan terjadi 30 tahun mendatang.
26 januari, ......

Jumat, 14 November 2008

hope..

sekali ini
ranting kecil memiliki satu harapan
bahwa hujan ini bisa menumbuhkan
daun-daun hijaunya yang sudah lama ia rindukan
agar dirinya bisa menahan terpaan angin di kulitnya
agar dirinya terlindung dari sengatan matahari
agar dirinya merasa hangat di saat hujan turun
berharap daun itu bisa menambah keindahannya
wuiiih .... rupanya !!!...
si ranting kecil pun masih punya harapan
SEMANGATT !!!!
Bertahann ...!

Kamis, 23 Oktober 2008

saat hujan

Sepotong ranting kecil berdiri lemah di ujung dahan
Angin menerpa lembut
Ranting merasakan sentuhannya dengan meringis
Lama ranting merasakan dinginnya angin
Sampai akhirnya hujan mambasahi dirinya
"Belumlah hangat tubuhku, engkau malah menghujaniku"
Ranting tetap berdiri di ujung dahan
Hujan telah berhenti
Tapi ranting tetap kedinginan
dirinya masih basah....

Sabtu, 23 Agustus 2008

Pendidikan masih mahal

Tahun 2008, teknologi menjamur di semua bidang. Mulai teknologi sampah sampai teknologi yang menghasilkan sampah begitu banyak. Semua itu berkat perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Kenyataannya ilmu pengetahuan masih harus dicari dan diperoleh dari sistem pendidikan yang namanya sekolah, kursus, kuliah atau apapun namanya yang mengatasnamakan pendidikan. Nah...pendidikan inilah yang ternyata masih banyak memerlukan biaya. Negeri kita ini telah 63 tahun merdeka, tapi rakyat masih kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak,'jangankan buat sekolah, buat mempertahankan hidup saja sulit...' kalimat itu banyak terlontar dari keluarga-keluarga yang mengaku kekurangan dalam kehidupannya.
Di sebuah kabupaten di pantura Jawa Barat, di sebuah sekolah yang rata-rata ekonomi keluarga siswanya fluktuatif ( maklum pantura, pencaharian penduduk sesuai dengan kondisi alam), banyak diantara siswa yang selama tiga tahun tidak pernah membayar biaya sekolah sama sekali, dengan alasan kesulitan membayar. Sekolah itu memang memberikan kebijaksanaan bagi siswa yang kurang mampu, membebaskan biaya jika siswa berprestasi dan bagi yang tidak mendapat beasiswa, bisa menyicilnya di akhir tahun. Tapi bagaimana sekolah tersebut dapat beroperasi....???... Bagaimana operasional pendidikan yang harus berjalan setiap hari agar pendidikan anak-anak bangsa tidak terganggu...??... Bantuan pemerintah memang ada. Tapi jelas selalu terlambat dan terhambat.
Di kota lain, yang lebih maju tingkat pendidikannya, pendidikan begitu diperlukan oleh masyarakatnya. Biaya mahal, hanya sebagian kecil masalah. Bisa di usahakan. Karena kebutuhan pendidikan itu, sekolah-sekolah di daerah tersebut memasang tarif yang begitu tinggi. Terutama tingkat lanjutan atas (SLTA/sederajat) yang memang bukan pendidikan wajib bagi masyarakat Indonesia. Bagi yang ingin melanjutkan ke tingkat SLTA/sederajat harus berani membayar uang pertama minimal 1 juta rupiah. Itu untuk sekolah yang bukan termasuk sekolah favorit. Coba sekolah favorit,...bisa lebih dari 5 jutaan..!!..
Itulah mengapa saya mengatakan pendidikan masih mahal. Tahun 2000 dan sebelumnya, saat saya masih sekolah, pendidikan masih bisa dijangkau oleh masyarakat menengah. Tidak ada biaya sekolah yang lebih dari 1 juta. Sekarang, katanya pendidikan adalah prioritas utama, tapi masih banyak biaya yang dibebankan didalamnya.